Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Penurunan Risiko Kegawatdaruratan pada Penderita Hipertensi
DOI:
https://doi.org/10.35584/carejournal.v5i2.247Kata Kunci:
Hipertensi, Relaksasi Otot Progresif, Kegawatdaruratan HipertensiAbstrak
Hipertensi merupakan masalah kardiovaskular dimana terjadi peningkatan tekanan sirkulasi sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan diastolik ≥ 90 mmHg. Relaksasi Otot Progresif merupakan salah satu teknik yang dapat merelaksasikan otot tegang dan menciptakan perasaan yang relaks sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan risiko kegawatdaruratan pada penderita hipertensi di posbindu Desa Durenan Kecamatan Durenan Trenggalek. Desain penelitian ini Pre Eksperimental Design One Group Pre-test Post-test Design. Populasinya adalah semua penderita dengan kriteria risiko kegawatdaruratan hipertensi di Posbindu Ds. Durenan, Kec. Durenan sejumlah 90 orang dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 30 responden. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi pengukuran tekanan darah kemudian data diolah dengan editing, coding, scoring dan tabulating, dan di Uji menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test dengan tingkat kesalahan α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan penderita dengan risiko kegawatdaruratan hipertensi pre intervensi dengan risiko rendah sebanyak 22 responden (73,3%) dan post intervensi sebagian besar berada pada risiko rendah sebanyak 14 orang (46,7%) dengan p – value 0.001. Disimpulkan bahwa ada pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan risiko kegawatdaruratan pada penderita hipertensi di Posbindu Desa Durenan Kecamatan Durenan Trenggalek, karena terapi relaksasi otot progresif bersifat vasodilator yang efeknya memperlebar pembuluh darah dan dapat menurunkan tekanan darah secara langsung. Disarankan pada masyarakat yang menderita hipertensi dilakukan teknik relaksasi otot progresif untuk menurunkan tekanan darah dan risiko kegawatdaruratan hipertensi.



