Evaluasi Pelaksanaan Penyelidikan Epidemiologi Demam Berdarah Dengue Kota Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.35584/carejournal.v5i1.235Kata Kunci:
DBD, Evaluasi, Penyelidikan Epidemiologi, DengueAbstrak
Latar Belakang: Kota Yogyakarta merupakan kota dengan endemis penyakit DBD dan kasus yang fluktuatif. Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya menanggulangi penyakit DBD salah satunya dengan melakukan penyelidikan epidemiologi kasus DBD. Hal ini menyebabkan perlu dilaksanakan penanggulangan PE DBD. Evaluasi pelaksanaan penyelidikan epidemiologi DBD di Kota Yogyakarta perlu dilakukkan. Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi pelaksanaan penyelidikan epidemiologi DBD di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan mixedmethod pendekatan concurrent triangulation. Teknik pengumpulan data kuantitatif dengan study dokumen serta pengumpulan data kualitatif dengan wawancara kepada empat orang informan. Teknik analisis data dengan deskriptif. Hasil kualitatif dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dengan triangulasi sumber. Hasil Penderita DBD berdasarkan orang banyak terjadi pada usia 15-44 (41,2%), jenis kelamin Laki-laki (60,3%), penderita terbanyak berada di Kecamatan Umbulharjo (17,6), berdasarkan waktu penderita terbanyak berada di bulan April dan Mei (16,2%), Pelaksanaan Penyelidikan epidemiologi DBD masih adanya keterlambatan pengiriman laporan, sehingga terjadi keterlambatan PE DBD. Penderita dengan diagnosis DF tidak dilakukkan PE. Tindakan hasil Penyelidikan epidemiologi DBD yaitu penyuluhan, larvasidasi dan fogging. Kesimpulan: Pelaksanaan penyelidikan epidemiologi DBD di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta tahun 2021 masih terjadi keterlambatan penyelidikan. Tindaklanjut PE dilakukan secara bersamaan dengan pelaksanaan penyelidikan epidemiologi DBD.



