Defisiensi Zink pada Balita dan Implikasinya terhadap Pertumbuhan dan Morbiditas: Tinjauan Sistematis
DOI:
https://doi.org/10.35584/carejournal.v5i1.233Kata Kunci:
Defisiensi Zink, Balita, Pertumbuhan Morbiditas, Tinjauan SistematisAbstrak
Zinc adalah mikronutrien yang memiliki peran penting sebagai mediator potensial dalam sistem pertahanan tubuh. Selain merupakan kofaktor dari ratusan enzim dan berperan dalam metabolisme gizi, zinc juga memegang kendali pada aktivasi sel-sel imunitas yang melawan masuknya infeksi Defisiensi zink merupakan salah satu permasalahan gizi mikro yang masih banyak ditemukan pada balita, terutama di negara berkembang, dan berkontribusi terhadap gangguan pertumbuhan serta meningkatnya morbiditas akibat penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis bukti ilmiah terkait dampak defisiensi zink terhadap pertumbuhan dan morbiditas pada balita. Metode yang digunakan adalah systematic review terhadap sepuluh artikel penelitian, terdiri atas lima artikel nasional (Indonesia) dan lima artikel internasional, yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa defisiensi zink berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko stunting, berat badan rendah, serta tingginya kejadian diare dan infeksi saluran pernapasan akut pada balita. Suplementasi zink terbukti memberikan efek positif terhadap peningkatan berat badan dan penurunan kejadian penyakit infeksi, meskipun dampaknya terhadap pertumbuhan linier masih bervariasi. Kesimpulan dari tinjauan ini menegaskan pentingnya intervensi gizi berbasis zink sebagai bagian dari strategi pencegahan gangguan pertumbuhan dan morbiditas pada balita.



