Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Media Audiovisual terhadap Tingkat Keterampilan Penanganan Henti Jantung pada Anggota Karang Taruna
DOI:
https://doi.org/10.35584/carejournal.v5i1.232Kata Kunci:
Edukasi Kesehatan, Audiovisual, Henti Jantung, KarangtarunaAbstrak
Tingkat keterampilan dalam menangani kegawatdaruratan henti jantung berperan penting dalam menentukan kualitas pertolongan yang diberikan. Kondisi henti jantung memerlukan penanganan segera karena berisiko menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan tersebut adalah melalui pendidikan kesehatan berbasis media audiovisual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan berbasis audiovisual terhadap tingkat keterampilan penanganan kegawatdaruratan henti jantung pada anggota Karang Taruna. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest design. Sampel penelitian terdiri dari 30 anggota Karang Taruna di Desa Wonokoyo, Kecamatan Tanggunggunung, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi keterampilan yang dilengkapi dengan data umum responden. Analisis data dilakukan melalui tahapan editing, coding, scoring, dan tabulasi, kemudian diuji menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test non-parametrik dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat keterampilan kategori sedang sebanyak 16 responden (53%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan berbasis audiovisual, mayoritas responden mengalami peningkatan keterampilan dengan kategori baik sebanyak 17 responden (57%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,002 dengan α = 0,05. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan berbasis media audiovisual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan penanganan kegawatdaruratan henti jantung terhadap anggota karang taruna. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan berbasis audiovisual dapat dijadikan sebagai alternatif metode edukasi yang efektif untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.



